Lawan Cheater di Fortnite, Akuisisi Perusahaan Ini

fortnite

fortnite

Bagi kamu yang sering main gim pasti sudah tidak asing lagi dengan cheater atau pemain bermain curang. Karena itu, semakin populer gim tersebut di pasaran, maka makin banyak pula cheater.

Ambil contoh gim battle royale yang sedang populer saat ini, yaitu Fortnite.

Sejak meluncur pada 2017, Epic Games, selaku pengembang berusaha keras meredam jumlah pemain yang berbuat curang di dalam gim.

Sayang, hingga saat ini hal tersebut masih belum berhasil. Tak patah arang, Epic Games memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan pembuat anti-cheat bernama Kamu.

“Bergabung dengan keluarga Epic merupakan mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan, dan kami bersemangat untuk membantu pengembang gim atasi cheater di dalam gim,” ungkap CEO Kamu, Simon Allaeys yang dikutip dari Ubergizmo, Rabu (10/10/2018).

CEO dan founder Epic Games, Tim Sweeney, juga menyambut gembira bergabungnya Kamu ke dalam keluarga besar perusahaannya.

Sweeney mengatakan, “tim Kamu dan tools-nya merupakan kunci untuk memberikan pengalaman terbaik dan adil bagi seluruh pemain setia Fortnite.”

The post Lawan Cheater di Fortnite, Akuisisi Perusahaan Ini appeared first on EPIC99.

Developer Fortnite Gugat YouTuber Karena Memodifikasi Game

Developer Fortnite Gugat YouTuber Karena Memodifikasi Game

fortnite

fortnite

Developer game Fortnite, Epic Games, menggugat YouTuber bernama Brandon Lucas karena dianggap merusak permainan. Menurut laman News Sky, Rabu, 17 Oktober 2018, Lucas diduga melakukan penipuan dalam bermain game yang populer itu.

“Situs web Lucas mendorong pengunjung untuk membeli peretasan dan/atau akun pengguna Fortnite yang dimuat dengan peretasan. Peretasan ini memungkinkan pengguna untuk memodifikasi perangkat lunak Fornite secara ilegal. Lucas mengoperasikan situs web ini dan menjual untuk memperkaya pribadinya sendiri,” tertulis dalam makalah hukum yang diajukan di negara bagian North Carolina, Amerika.

Epic Games

mengatakan Lucas secara tidak sah memodifikasi kode game itu untuk mendapatkan keuntungan atas pemain lain, juga menjual peretasan tersebut kepada orang lain.

Lucas memiliki lebih dari 1,7 juta pengikut di akun YouTube bernama Golden Modz dan mengunggah video dirinya dengan menggunakan kode tertentu atau berbuat curang untuk berkomunikasi dengan pemain online lainnya. “Keuntungan yang Lucas dapatkan adalah dengan mengorbankan Epic dan anggota komunitas Fornite,” kata Epic Games.

Menurut laman BBC yang dikutip Standard.co.uk, Lucas menjual kecurangannya tersebut dengan mengenakan biaya lebih dari US$ 200 atau setara dengan Rp 3 juta. Lucas berkomentar dalam video yang diunggah pada 22 September 2018, setelah beberapa videonya dihapus karena keluhan hak cipta.

“Saya tidak mengerti mengapa saya digugat, saya memproduksi video hanya untuk menghibur orang,” tulis Lucas.

Selain Lucas, YouTuber lainnya, Colton Conter, yang menggunakan nama Exentric, juga dituntut atas hak cipta dan pelanggaran atas dasar kontrak. Fornite telah menjadi fenomena video game sejak diluncurkan pada Juli 2017 dan memiliki lebih dari 125 juta pemain, bahkan puluhan juta penonton melalui situs-situs seperti YouTube dan Twitch.

The post Developer Fortnite Gugat YouTuber Karena Memodifikasi Game appeared first on EPIC99.

Game Fortnite Raih Pendanaan Rp 19 Triliun

Game Fortnite Raih Pendanaan Rp 19 Triliun

Fortnite

Fortnite

 Pencipta game Fortnite, Epic Games, telah mengumumkan investasi baru senilai US$ 1,25 miliar atau Rp 19 triliun, yang merupakan pendanaan terbesar yang pernah ada untuk sebuah perusahaan video game, menurut PitchBook, sebagaimana dikutip Business Insider, 26 Oktober 2018.

Selain menciptakan Fortnite, video game paling populer di dunia, Epic juga menciptakan perangkat lunak pengembangan yang digunakan oleh studio game besar dan pengembang indie.

Menurut siaran pers dari Epic, para investor baru termasuk KKR, ICONIQ Capital, Smash Ventures, aXiomatic, Vulcan Capital, Kleiner Perkins, dan Lightspeed Venture Partners. Mereka akan bergabung dengan Disney, Tencent, dan Endeavor sebagai pemegang saham minoritas.

Pendiri dan CEO Epic, Tim Sweeney akan tetap memegang kendali perusahaan. “Kami senang dapat bermitra dengan pikiran terbaik di komunitas keuangan, olahraga, dan hiburan. Ini memperkuat posisi kepemimpinan Epic dalam teknologi 3D real-time, dan mempercepat kemampuan kami untuk meningkatkan cara orang bermain, bekerja, dan berinteraksi dengan dunia,” kata Sweeney dalam siaran pers.

Fortnite terus mengalami kesuksesan yang melonjak

merayakan 80 juta pemain selama Agustus 2018. Popularitas game ini telah menyebabkan kesepakatan eksklusif dengan Samsung, melisensikan kesepakatan dengan Nerf dan Hasbro, dan bahkan membuat Sony mengubah kebijakannya untuk bermain lintas platform.

Fortnite gratis untuk dimainkan di sebagian besar platform game, tetapi menghasilkan pendapatan melalui transaksi mikro. Game ini mencapai rekor bulanan sebesar US$ 318 juta dalam pendapatan selama Mei 2018, dan Epic telah berkomitmen untuk mengembangkan komunitas kompetitif untuk “Fortnite” dengan janji untuk menginvestasikan US$ 100 juta dalam esports.

Selain menerbitkan judul-judul besar seperti “Fortnite” dan “Gears of War,” Epic Games menciptakan alat desain game untuk pengembang lain. Sekarang suite desain Unreal Engine Epic telah digunakan untuk membuat ratusan game sejak tahun 2001.

Putaran investasi senilai $ 1,25 miliar di Epic adalah yang terbesar yang pernah ada untuk perusahaan video game. Tertinggi sebelumnya adalah $ 550 juta oleh Sea Limited pada Mei 2017, menurut data Pitchbook. Sea Limited adalah perusahaan yang berbasis di Singapura yang menyediakan portal permainan online untuk Asia Tenggara.

The post Game Fortnite Raih Pendanaan Rp 19 Triliun appeared first on EPIC99.